Jumat, 06 Juni 2014

Tugas Psikologi Pendidikan pengalaman Pedagogi dan Andragogi



Pengalaman Pedagogi dan Andragogi
            Pengalaman pertama saya mengenai pedagogi sudah berkisar sekitar 12 tahun. Yaitu pada saat saya SD, SMP, SMA. Pengalamn saya ketika saya masih SD adalah pada saat pertama kali masuk guru saya menerangkan peraturan-peraturan yang harus saya ikuti di kelas beliau menerangkan dengan begitu jelas. Seperti ketika tidak mengejerkan PR maka kami akan dihukum berdiri di depan kelas. Disini guru menentukan tujuan dari proses pemebelajaran yang akan kami lakukan kedepan. Pada saat kelas 1 SD saya pernah menangis sekali di kelas dikarenakan saya belum terbiasa dengan sekolah sehingga saya minta pulang. Tapi, guru yang seharus nya membujuk anak agar tetap mau belajar di kelas malah membiarkan saya terus menangis di kelas tanpa memperdulikan saya malah dia memarahi saya dan menyuruh saya diam. Ini membuat saya merasa kecewa dengan guru tersebut karena sebelum masuk kesekolah orang tua saya mengatakan sekolah adalah tempat yang menyenangkan dan guru-guru disana baik-baik.
Tapi, kenyataan yang saya dapat kan berbeda dengan apa yang orang tua saya katakan. Sehingga pada akhirnya saya terbiasa sendiri dengan sekolah tapi tetap memandang sekolah adalah tempat kurang menyenangkan dan menganggap guru adalah yang ada sekolah tersebut galak sehingga ini membuat saya malas pergi kesekolah. Lalu, pada saya kelas 2 SD guru yang menjadi wali kelas saya adalah orang yang berbeda. Tapi di mata saya  dia jauh lebih kejam dari pada guru yang dikelas 1. Beliau sering menampar kami di wajah ketika kami tidak mengerjakan PR. Dan sering memarahi kami ketika kami berbuat salah dan tidak memberikan pengertian kepada kami. Lalu ketika saya dikelas  3 SD guru yang menjadi wali kelas saya terlalu memberi kami kebebasan di kelas. Sehingga kelas sering ribut dan tidak teratur. Di kelas 4 wali kelas saya adalah orang yang biasa saja dan tidak ada yang menonjol dari dia. Di kelas 5 dan 6 wali kelas saya adalah  orang yang sama dan menurut saya beliau adalah guru yang baik dimana ketika kami berbuat salah beliau menegur kami dan ketika kami berbuat baik beliau memberi reward/ pujian kepada kami.
            Ketika saya SMP saya mendapatkan pola belajar yang tidak jauh berbeda ketika saya SD. Yaitu pembelajaran tetap berpusat pada guru dan murid mendengarkan. Pertama saya mengira bahwa di SMP guru nya kejam sama seperti ketika di SD. Tapi ternyata guru di SMP saya sangat baik. Mereka seperti menganggap kami anak sendiri dan dia sering menghabiskan waktu untuk bersama-sama dengan kami. Mungkin inikarena saya SMP di pesantren sehingga orang-orang disana memiliki solidaritsa yang sangat tinggi. Guru disana memberi pelajaran dengan sangat baik. Begitu juga ketika saya SMA semua tidak jauh berbeda.
Pengalaman Andragogi saya yang pertama kali adalah ketika saya tamat SMA dan memasuki perkuliahan. Pada awal masuk saya sedikit merasa susah untuk menyesuaikan diri di kuliah. Apalagi dengan metode pembelajaran yang berpusat pada murid dimana kami disuruh aktif untuk mebcari bahan pelajaran dan mempresentasikannya di depan kelas. Dini saya merasa kesulitan karena saya belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Tapi dengan seiring dengan berjalannya waktu saya mulai terbiasa dengan gaya pembelajaran yang seperti ini. Sehingga yang pada awalnya saya kurang menyukai pembelajaran seperti ini malah sekarang menjadi suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar