Minggu, 06 April 2014

Review Pendidikan Materi Dua



Belajar
Apa itu belajar? Belajar adalah pengeruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman. Tapi, tidak semua yang kita peroleh melalui pembelajaran. Kita membawa beberapa kemampuan dari kita dilahirkan, seperti berteriak, menangis, menelan dll. ada beberapa pendekatan untuk pembelajaran diantaranya ada pendekatan proses mental dan behavioral. Behavioral menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat di observasi. Sedangkan proses mental menyatakan pikiran, perasaan dan motif yang tidak dapat di observasi oleh orang lain. Menurut behavioris pemikiran, perasaan, dan motif bukan subjek yang tepat untuk ilmu perilaku sebab semuanya itu tidak dapat di observasi secarqa langsung. Pengkondisian klasik dan operan menganut pandangan ini. Kedua pandangan ini menekankan pada pembelajaran asosiatif yaitu pembelajaran bahwa dua kejadian saling terkait.
Pengkondisian Klasik à sebentuk pembelajaran asosiatif dimana stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa.
Pengkondisian Operan à Sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi dari erilaku menghasilkan perubahan probabilitas perilaku itu akan di ulangi.
Analisi Perilaku Terapan Dalam Pendidikan
Analisis perilaku terapan adalah penerapan pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia. Ada lima strategi pengkondisian operan dalam meningkatkan perilaku anak yang diharapkan :
1.      Memilih penguat yang efektif
2.      Menjadikan penguat kontigen dan tepay waktu
3.      Memilih jadwal penguatan terbaik
4.      Menggunakan PerjanjianMenggunakan Penguatan Negatif secara efektif
5.      Menggunakan promt dan shaping
Ada empat strategi dalam mengurangi perilaku yang tidak diharapkan :
1.      Menggunakan Penguatan Diferensial
2.      Menghintakan penguatan
3.      Menghilangkan stimuli yang diinginkan
4.      Memberikan stimuli yang tidak disukai


Pemrosesan Informasi
            Pendekatan Pemrosesan informasi adalah pendekatan kognitif dimana anak mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses mental dan cara berpikir. Robert Siegler mendeskripsikan tiga karakteristik utama dari pendekatan pemrosesan informasi : proses berpikir, mekanisme pengubah, dan modifikasi diri. Menurut siegler berpikir adalah pemrosesan informasi.  Siegler juga berpendapat bahwa dalam pemrosesan informasi focus utamanya adalah peran mekanisme pengubah dalam perkembangan. Dia percaya ada empat mekanisme yang bekerja sama menciptakan perubahan dalam keterampilan kognitif anak : encoding, otomatisasi, konstruksi strategi , dan generalisasi.
Memori
            Memori adalah retensi informasi dari waktu ke waktu, yang melibatkan encoding, penyimpanan dan pengambilan kembali.  Memori terbagi tiga yang pertama memori sensoris, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Memori sensoris adalah memori yang mempertahankan informasi dari dunia dalam bentuk sensori aslinya hanya selama beberapa saat. Memori jangka pendek adalah system memori berkapasitas terbatas dimana informasi itu diulangi atau diproses lebih lanjut, dimana dalam kasus itu daya tahan simpanannya bisa lebih lama. Dan memori jangka panjang adalah memori yang menyimpan banyak informasi selama periode waktu yang lama secara permanen. Bagaiman murid mempresentasikan informasi dalam memori? Dalam hal ini ada 2 teori yang dapat menjawab yaitu teori jaringan dan teori skema. Teori jaringan adalah teori yang mendeskripsikan bagaimana informasi di memori diorganisir dan dihubungkan. Teeori ini memerhatikan titik-titik simpul dalam jaringan memori. Teori skema adalah teori yang  menyatakan bahwa ketika  merekontruksi informasi, kita menyesuaikannya dengan informasi yang sudah ada di kepala kita. Setelah murid menyimpan informasi di dalam memori mereka mungkin mampu mengambil kembali informasi tapi mungkin juga melupakannya.

Pemahaman Konseptual
            Pemahaman konseptual adalah aspek penting dalam pembelajaran salah satu tujuan pengajaran yang penting adalah membantu murid memahami konsep utama dalam suatu subjek, bukan sekadar mengingat fakta yang tepisah-pisah. Dalam banyak kasus, pemahaman konsep akan berkembang apabila guru dapat membantu murid mengeksplorasi topic secara mendalam dan member mereka contoh yang tepat dan menarik dari suatu konsep. Sedangkan defenisi dari konsep adalah kategori-kategori yang mengelompokkan objek, kejadian, dan karakteristik berdasarkan property umum. Satu aspek yang penting dari pengajaran konsep adalah mendefinisikan secara jelas dan memberi contoh yang cermat. Strategi contoh-aturan adalah salah satu cara yang efektif. Strategi ini terdiri dari empat langkah :
1.      Mendefinisikan Konsep
2.      Jelaskan istilah-istilah dalam defenisi konsep
3.      Beri contoh untuk mengilustrasikan cirri utamanya
Member contoh tambahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar